Memahami ucapan Yesus yang sulit dalam Yohanes 7:38

Posted: April 16, 2012 in Apologia

Shalom sobat Kristus

 

Dalam 2 Timotius 3:16, Alkitab menyatakan bahwa segala Firman yang diilhamkan Allah bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan pelanggaran dan kesalahan, untuk memperbaiki sifat dan karakter dan untuk mendidik kita dalam mengenal kebenaran.

Firman Tuhan dalam Alkitab adalah pedoman yang menjadi aturan hidup kita sebagai orang percaya untuk mengenal kebenaran. Dan Yesus-lah jalan kebenaran dan hidup yang  akan menuntun kita untuk sampai kepada Bapa disorga.

 

Dalam memahami Alkitab, tidak jarang juga kita temukan beberapa bagian dalam Alkitab yang sulit untuk kita pahami secara harafiah..Dalam artikel ini kita akan membahas salah satu ucapan Yesus yang cukup sulit dipahami secara literal yaitu dalam Yohanes 7:38.

 

Yohanes 7:38

Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.”

 

Bagian yang cukup rumit dari perkataan Yesus ini yaitu, dalam ucapan-Nya tersebut Yesus mengutip bagian dari “Kitab suci”.

Kitab suci yang dimaksud Yesus sudah tentu bukanlah kitab Injil, karena Kitab Injil ditulis jauh setelah Yesus kembali ke sorga, melainkan kitab suci yang di maksud Yesus adalah Tanakh Ibrani (Perjanjian Lama), karena Tanakh merupakan Kitab suci bangsa Israel pada zaman itu hingga saat ini.

Jadi berdasarkan ayat tersebut, Yesus mengutip perkataan tersebut dalam Perjanjian Lama (Tanakh) bahwa semua yang percaya kepada-Nya, dalam hatinya akan mengalir aliran “air hidup”.

 

Yang sering dipermasalahkan pengkritik Alkitab yaitu, dalam Perjanjian Lama tidak ada ayat yang menubuatkan atau menuliskan sama seperti yang Yesus kutip dalam Yohanes 7:38.

Sebelumnya kita harus tahu bahwa perkataan Yesus dalam injil yang mengutip  perjanjian lama bukan sesuatu yang jarang ditemui..

Banyak bagian lain dalam Injil yang menuliskan perkataan Yesus dengan mengutip nubuat perjanjian lama. Bedanya adalah, kutipan Yesus dalam perjanjian lama yang terdapat pada bagian Injil lainnya bisa kita temukan dengan mudah, misalnya beberapa contoh di bawah ini :

 

 

– Dalam Injil Matius

 

Matius 4:4

Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

 

Bandingkan dengan :

 

Ulangan 8:3

Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan.

 

 

– Dalam Injil Lukas

 

Lukas 19:46a

kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa..”

 

Bandingkan dengan :

 

Yesaya 56:7e

sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.

 

 

– Dalam Injil Markus

 

Markus 7:6-7

7:6 Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis:

Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.

7:7 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.

 

Bandingkan dengan :

 

Yesaya 29:13

Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan

 

Lalu bagaimana dengan perkataan Yesus dalam Yohanes 7:38..?

 

Apakah Yesus salah kutip..?

 

Tentunya tidak karena iman kita meyakini bahwa Yesus merupakan standar kebenaran iman Kristen..

 

Apakah Yohanes keliru dalam menuliskan perkataan Yesus tersebut..?

 

Secara pribadi saya yakin tidak, karena selain Yohanes adalah salah satu penulis Injil yang bersama-sama dengan Yesus dalam pelayanan-Nya, Yohanes juga disebut sebagai salah satu murid yang paling dikasihi Yesus dan yang paling dekat dengan-Nya.

Belum lagi ketika kita memikirkan tentang “doktrin inspirasi” yaitu bahwa penulis Injil di bimbing oleh Roh Kudus.

Memang kita tidak menganut doktrin inspirasi mutlak, namun jika kita melimpahkan kekeliruan tersebut pada penulis Injil maka keakuratan semua tulisan dalam Injil juga patut dipertanyakan kebenarannya.

Selain itu Alkitab mengajarkan bahwa ketika ada hal yang tidak kita pahami, maka berdoa dan berserulah kepada-Nya.

 

Yeremia 33:3

“Berserulah kepada- Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal- hal yang tidak kau ketahui.”

 

Oleh karena itu mari kita memahaminya bersama.Pertama dan yang terpenting untuk memahami hal yang sulit dalam Alkitab yaitu mari kita lihat dulu konteksnya, karena Yesus berkata seperti itu pastilah didasari suatu situasi..

 

Yohanes 7:38 adalah kesatuan dari ayat sebelum dan sesudahnya yang menuliskan tentang hari terakhir dari suatu perayaan.

 

Yohanes 7:37-39

7:37 Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!

7:38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.”

7:39 Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.

 

 

Perayaan yang dimaksud dalam ayat 37 adalah bagian dari perayaan hari raya pondok daun (lihat ayat 2) yang biasa dirayakan orang Israel pada bulan ke-15. Perayaan ini berlangsung selama 8 hari, di mana hari pertama dah hari terakhir dari perayaan tersebut adalah hari perhentian atau Sabat dan orang Yahudi tidak melakukan suatu pekerjaan apapun (Lihat Imamat 23:35-40).

Dalam perayaan ini ada tradisi dimana para Imam menyiapkan tempat yang terbuat dari emas dan mengisinya dengan air dari aliran siloah yang mengalir dibawah gunung.. Selanjutnya para Imam mengadakan upacara dengan menuangkan air tersebut diatas Mezbah.

 

 

Konteks utama dari narasi dalam Yohanes 7:37-39 yaitu tentang perayaan pondok daun.

Pada hari terakhir perayaan tersebut, Yesus kemudian berdiri dan memproklamirkan diri-Nya dalam konteks Mesias yang dijanjikan yaitu dengann menggambarkan diri-Nya dalam perjanjian lama.Yesus menyatakan bahwa diri-Nya adalah mata air kehidupan dan barangsiapa yang haus baiklah ia meminum air dari-Nya dan barangsiapa percaya kepada-Nya, dalam hatinya akan mengalir air kehidupan yaitu Roh yang akan mereka terima.

 

Nah, dalam konteks ini kita bisa dengan mudah memahami perkataan Yesus tersebut yaitu Yesus menggunakan bahasa kiasan untk menggambarkan diri-Nya dalam perjanjian lama sebagai mata air kehidupan.Dalam perjanjian lama, ada bebrapa ayat yang menggambarkan tentang mata air kehidupan, misalnya ayat-ayat dibawah ini:

 

Zakharia 14:8a

Pada waktu itu akan mengalir air kehidupan dari Yerusalem.

 

Yesaya 12:3

Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air kehidupan.

 

Yehezkiel 47:1

Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan Mezbah.

 

 

Memang tidak sama persis dengan kutipan Yesus tersebut, namun dari konteksnya kita bisa mengerti bahwa Yesus mengutip “secara kias” serta menggabungkan beberapa bagian dalam perjanjian lama untuk menggambarkan diri-Nya sebagai mata air kehidupan yang dijanjikan tersebut.

 

Ternyata tiidak ada yang salah dari dari kutipan Yesus maupun dari penulisan Yohanes setelah kita memahaminya..

Yesus sangat sering menggunakan bahasa kias untuk mengajar dan menggambarkan sesuatu, dan dalam Yohanes 7:38 Yesus menggunakan gaya bahasa tersebut untuk menggambarkan diri-Nya dalam perjanjian lama. Tidak sama persis karena Yesus menggabungkan inti dari ayat-ayat perjanjian lama  tersebut untuk menggambarkan diri-Nya kepada orang-orang Yahudi..

Tuduhan bahwa Yesus salah kutip ayat dalam perjanjian lama tersebut juga dibantah narasi cerita tersebut.Perlu diingat bahwa orang-orang Yahudi dan khususnya para ahli Taurat sangat mengenal Kitab Suci mereka, dan dalam konteks cerita ini tidak ada dari mereka yang mengatakan bahwa Yesus keliru ataupun salah kutip dalam perjanjian lama, artinya yaitu mereka pun bisa menangkap maksud perkataan Yesus tersebut sehingga ada beberapa yang percaya bahwa Ia adalah mesias yang dijanjikan.

 

Semoga bisa menambah wawasan kita semua dalam memahami Alkitab, dan semoga bisa menjadi berkat buat kita semua.

 

Tuhan Yesus Memberkati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s