Memahami “kutipan” Matius dalam penggenapan nubuat Yeremia (Matius 27:9-10)

Posted: April 16, 2012 in Apologia

Shalom sobat Kristus.

 

Beberapa bagian Alkitab dalam perjanjian baru khususnya yang berisi “kutipan” dari nubuat para nabi terdahulu, menjadi sasaran empuk para kritikus Alkitab dalam mempertanyakan keakuratan berita yang ditulis oleh para penulis Injil.

Salah satu ayat yang dikritik keakuratan berita nubuatannya adalah bagian Alkitab dalam Matius 27:9-10.

 

Matius 27:9-10

27:9 Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: “Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel,

27:10 dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku.”

 

Ayat diatas adalah sebuah kutipan nubuatan yang dituliskan Matius tentang uang darah, yaitu uang dengan jumlah 30 keping perak (upah Yudas untuk menyerahkan Yesus) yang akhirnya dikembalikan Yudas kepada para ahli Taurat. Uang tersebut kemudian digunakan untuk membeli lahan yang kemudian di sebut Tanah Tukang Periuk (lih. ayat 6-7).

 

Permasalahannya adalah, Matius menyebut hal tersebut merupakan penggenapan dari nubuat nabi Yeremia, sedangkan nubuatan yang dianggap paling tepat untuk menggambarkan peristiwa tersebut ada pada kitab Zakharia 11:12-13.

 

Zakharia 11:12-13

11:12 Lalu aku berkata kepada mereka: “Jika itu kamu anggap baik, berikanlah upahku, dan jika tidak, biarkanlah!” Maka mereka membayar upahku dengan menimbang tiga puluh uang perak.

 11:13 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadaku: “Serahkanlah itu kepada penuang logam!” –nilai tinggi yang ditaksir mereka bagiku. Lalu aku mengambil ketiga puluh uang perak itu dan menyerahkannya kepada penuang logam di rumah TUHAN.

 

 

Apakah Matius keliru dalam mengutip nama nabi yang tepat dalam menggambarkan nubuatan tersebut?

 

Seperti biasanya, artikel ini saya buat dengan tujuan untuk kita sama-sama belajar memahami Alkitab lebih dalam dan sekaligus menjawab berbagai tuduhan dan kritikan yang datang dari para pengkritik Alkitab.

 

Yang pertama yang harus kita pahami dalam gaya penulisan perjanjian baru yaitu ada beberapa nubuatan dari nabi-nabi berbeda dalam perjanjian lama, yang di kutip dengan mewakilkan pada satu nama nabi saja.

Namun dalam kasus seperti ini yang sering ditemukan adalah bahwa para penulis perjanjian baru biasanya menggunakan nama dari nabi-nabi besar yang lebih terkenal untuk mengutip nubuatan tersebut, contohnya bisa kita bandingkan dalam Markus 1:2-3.

 

Markus 1:2-3

1:2 Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu;

1:3 ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya”

 

Dalam ayat diatas Markus mengutip dua sumber nubuatan dari nabi yang berbeda, yaitu nubuatan nabi Maleakhi (ayat 2) dan nubuatan nabi Yesaya (ayat 3).

 

Maleakhi 3:1a

Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku!

(Bandingkan dengan Markus 1:2)

 

Yesaya 40:3

Ada suara yang berseru-seru: Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!

(Bandingkan dengan Markus 1:3)

 

Walaupun nubuatan diatas di kutip dari dua sumber nabi yang berbeda, namun bisa kita lihat bahwa penulis Injil Markus hanya mewakilkan satu nama nabi saja yaitu nabi Yesaya.Beberapa hal yang bisa kita pahami dari gaya penulisan ini yaitu bahwa peneulis mngutip dua nubuatan dari nabi terdahulu namunmewakilkan satu nama dari nabi yang lebih terkenal.

 

Perbandingan dalam injil Markus ini bisa kita gunakan untuk memahami gaya penulisan Matius dalam konteks kutipan nubuatan pada Matius 27:9-10.

Disini Matius menggunakan konsep “kutip-ganda” dengan menggabungkan nubuat dari nabi Yeremia dan Zakharia dalam mengutip nubuatan yang tergenapi dalam konteks uang darah tersebut.

Matius mengutip tentang jumlah uang tiga puluh keping perak dalam Zakharia 11:12-13, namun juga menggambarkan lokasi penggenapan nubuatan tersebut dengan ilustrasi dari kisah dalam Yeremia.

 

Dalam kitab Yeremia kita bisa menemukan bagian yang menggambarkan lokasi yang sepadan dengan dalam Matius yaitu Tanah Darah, lahan di Anatot dan Tanah Tukang Periuk.

  • Tanah Darah

Matius 27:8

Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah. Lokasi “tanah darah” digambarkan dalam kitab Yeremia yaitu tanah di lembah hinom yang dikutuk Tuhan.

 

Yeremia 19:1-3

19:1 Beginilah pula firman TUHAN kepadaku: “Pergilah membeli buli-buli yang dibuat dari tanah, lalu ajaklah bersama-sama engkau beberapa orang tua-tua bangsa itu dan beberapa orang imam yang tertua,

19:2 kemudian berangkatlah ke Lembah Ben-Hinom yang di depan pintu gerbang Beling! Serukanlah di sana perkataan-perkataan yang akan Kusampaikan kepadamu!

19:3 Katakanlah: Dengarlah firman TUHAN, hai raja-raja Yehuda dan penduduk Yerusalem! Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan malapetaka kepada tempat ini, sehingga telinga orang yang mendengarnya, mendenging!

 

Tempat tersebut adalah tempat dimana Yudas mati bunuh diri.

 

Kisah Para Rasul 1:16-19

1:16 “Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu.

1:17 Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini.”

1:18 — Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.

1:19 Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri “Hakal-Dama”, artinya Tanah Darah.

 

Dalam tradisi orang Yahudi lokasi yang kemudian mereka sebut sebagai Hakal-Dama atau Tanah Darah adalah lokasi yang dikutuk Tuhan dalam kitab Yehezkiel, yaitu di lembah Ben-Hinom.

 

  • Lahan di Anatot dan tanah Tukang periuk

Matius 27:7

Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing.

 

Dalam kitab Yeremia ada debuah kisah ketika Yeremia pergi ke rumah Tukang periuk dan juga ada kisah ketika Yeremia membeli sebuah lahan di Ananot.

 

Yeremia 18:2

“Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu.”

 

Yeremia 32:8

Kemudian, sesuai dengan firman TUHAN, datanglah Hanameel, anak pamanku, kepadaku di pelataran penjagaan, dan mengusulkan kepadaku: Belilah ladangku yang di Anatot di daerah Benyamin itu, sebab engkaulah yang mempunyai hak milik dan hak tebus; belilah itu! Maka tahulah aku, bahwa itu adalah firman TUHAN.

 

Ayat diatas bercerita tentang kisah dimana Yeremia pergi kerumah tukang periuk dan saat dia membeli sebuah lahan di Anatot.

Matius mencoba menggambarkan hal tersebut dengan mengaitkannya dengan apa yang dilakukan oleh para Ahli Taurat Terhadap uang darah Yudas tersebut.

 

 

Jadi dalam beberapa perbandingan diatas, jelas kita bisa memahami bahwa Matius mengambil referensi dari dua nubuatan nabi yang berbeda, yaitu nubuatan tetntang lokasi dan pembelian lahan dalam Yeremia dan jumlah 30 keping perak dalam Zakharia. Namun Matius hanya mewakilinya dengan nama nabi Yeremia sebagai nabi yang lebih dikenal, seperti juga yang dilakukan oleh penulis injil Markus.

 

Gaya penulisan seperti ini mungkin sangat langka kita temukan dalam penulisan modern, namun tentunya bukan hal yang lazim dizaman penulisan perjanjian baru..

Contoh lain dalam Markus 1 diatas juga membuktikan bahwa metode penulisan “kutip-ganda” dengan mewakili suatu nama yang lebih terkenal juga di gunakan para penulis lainnya dalam perjanjian baru.

 

Jadi tidak ada kekeliruan dari Matius mengenai hal ini. Kkeliruan para pengkritik Alkitab yaitu mereka gagal dalam memahami gaya penulisan Matius dan hubungannya dengan Yeremia..

Semoga menambah bisa wawasan kita dalam memahami Alkitab dan menjadi berkat buat kita semua.

 

Tuhan Yesus memberkati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s