Yesus adalah bagian dari penciptaan ? (Memahami tulisan Paulus dalam Kolose 1:15)

Posted: April 12, 2012 in Biblika

Shalom sobat Kristus..

 

Kolose 1:15

LAI : Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan


Greek
: ος εστιν εικων του θεου του αορατου πρωτοτοκος πασης κτισεως

 

Trans : os estin eikon tou theou tou aoratou, prototokos pases ktiseos


Ayat diatas adalah salah satu bagian Alkitab yang paling digemari kalangan liberal dan pengkritik-pengkritik konsep ketuhanan Kristen dengan pemahaman bahwa Yesus tidak sama dengan Allah, karena Allah adalah pencipta yang kekal, sedangkan menurut mereka ayat diatas menyatakan bahwa Yesus adalah bagian dari ciptaan Allah atau yang sulung dari segala yang diciptakan..

 Biasanya premis yang digunakan para pengkritik teisme Kristen dalam menyimpulkan pandangan mereka adalah seperti ini,

 
P1
: Kolose 1:15 menyatakan bahwa Yesus adalah yang sulung atau yang pertama dari segala yang diciptakan Allah.

P2 : Segala yang diciptakan pasti memiliki awal dan tentunya berbeda dengan sang pencipta (creator).

P3 : Salah satu atribut Allah adalah kekal, yang tidak diciptakan dan tidak berawal (Qidam).

Kesimpulannya : Yesus tidaklah sama dengan Allah.

 

Dari premis-premis ini, kita tidak mempermasalahkan premis 2 dan 3, karena P2 dan P3 sama sekali tidak bertentangan dengan konsep teisme kristen.

Mengenai premis 1 pun, sekilas tidak ada permasalahan karena Kolose 1:15 memang menggunakan istilah “sulung” untuk menggambarkan Yesus dari segala yang diciptakan.

Namun apakah itu berarti bahwa kesimpulan mereka bisa dibenarkan?

Tentunya kesimpulan diatas sangat bertolak belakang dengan iman kekristenan yang mengakui bahwa Yesus adalah Allah..
Pandangan tersebut juga bertentangan dengan Injil, karena Yohanes dengan jelas menulis bahwa Sang Firman adalah Allah – “kai theos en ho logos” (Yohanes 1:1), segala sesuatu dijadikan oleh Sang Firman – “panta di autou egeneto” (Yohanes 1:2), dan pribadi Firman tersebut adalah Yesus sendiri yang telah berinkarnasi menjadi daging/manusia (Yohanes 1:14).

 

Apakah Paulus yang adalah penulis surat Kolose yang juga mengakui Yesus sebagai Allah (kolose 1:3), keliru dalam memposisikan eksistensi Yesus dari tulisannya tersebut ?

Hal yang pertama dan terpenting agar kita bisa memahami makna dari tulisan-tulisan dalam Alkitab adalah tentang bagaimana kita memahami pengertian penulisnya dan bukan pemahaman dari para pembacanya.

Pertama, mari kita pahami dahulu teks yang ditulis Paulus dalam ayat tersebut, khususnya untuk frasa kata “prototokos”. Kata tersebut di terjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai yang “sulung”.

Mengenai istilah tersebut, bukanlah hal yang baru lagi dalam perjanjian baru, karena ungkapan tersebut adalah sebuah istilah yang berakar dari Perjanjian Lama.

Dibawah ini ada beberapa ayat Alkitab yang bisa membantu kita untuk memahami istilah tersebut.

Secara literal, kata tersebut digunakan untuk menunjuk kepada yang pertama lahir dari kandungan, baik itu manusia atau pun binatang.

Keluaran 13:2

Kuduskanlah bagi-Ku semua anak sulung, semua yang lahir terdahulu dari kandungan pada orang Israel, baik pada manusia maupun pada hewan; Aku-lah empunya mereka.

Namun istilah tersebut juga bisa dimaknai sebagai ekspresi dari suatu jabatan atau keunggulan/keutamaan, misalnya istilah anak sulung yang di gunakan kepada bangsa Israel.

Keluaran 4:22
Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman Tuhan: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung.

Dalam ayat diatas, Istilah anak sulung bermakna sebuah keutamaan, yaitu bangsa Israel sebagai bangsa yang diunggulkan Tuhan dibandingkan dengan bangsa-bangsa lainnya dizaman itu..

Contoh yang lain dari istilah anak sulung juga bisa kita lihat dalam kitab Yeremia.

Yeremia 31:9
Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.

 

Bandingkan,

 

Kejadian 48:14
Tetapi Israel mengulurkan tangan kanannya dan meletakannya di atas kepala Efraim, walaupun ia yang bungsu, dan tangan kirinya di atas kepala Manasye – jadi tangannya bersilang, walaupun Manasye yang sulung.

 

Efraim adalah simbol bagi kerajaan Israel yang disebut Tuhan sebagai anak yang sulung, meskipun jika kita lihat dalam posisi keluarganya, Manasye-lah anak yang sulung yang lebih tua dari Efraim.

Dari contoh diatas kita bisa melihat bahwa dalam konteks-konteks tertentu, istilah “sulung” tidak selalu diartikan secara literal karena ungkapan ini juga dimaknai sebagai simbol dari sesuatu yang di unggulkan.

Paulus menggunakan istilah dari kata “prototokos – sulung” untuk menggambarkan Yesus dalam konteks surat Kolose..

Bagaimana kita memahami maksud Paulus dalam ayat tersebut?

Ada beberapa perbandingan yang bisa kita gunakan untuk memahami pemaknaan yang tepat dari ungkapan yang dituliskan Paulus tersebut, salah satunya adalah dengan melihat arti leksikal yang tepat menurut tata bahasa Yunani.

Dari segi tata-bahasa Yunani, ada kata yang lebih tepat untuk menunjuk pada yang “pertama” dari suatu tatanan yang diciptakan khusus yaitu kata “proto-ktistos”.

Beberapa sarjana klasik seperti Liddell dan Scott mendefinisikan kata proto-ktistos sebagai “yang didirikan atau dibuat pertama”. Dan jika hal itu yang dimaksudkan oleh Paulus, maka kata yang tepat dalam pengertian tata-bahasa Yunaninya adalah proto-ktistos, namun Paulus tidak menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan Yesus dalam Kolose 1:15.

Jadi kita bisa memahami maksud Paulus menggunakan istilah “prototokos-sulung” dalam Kolose 1:15 yaitu untuk menggambarkan keutamaan Yesus dari segala yang ada karena Yesus adalah Sang Firman dan melalui Dia-lah diciptakan segala sesuatu, bukan dalam artian Ia termasuk sebagai makhluk ciptaan.Kita bisa melihat contoh yang lain dari istilah tersebut dalam ayat ke-18 yang juga memberi penerangan yang sangat jelas.

 

Kolose 1:18
Ialah kepala tubuh yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dari segala sesuatu.

Yesus digambarkan dalam ayat 18 sebagai yang sulung dari antara orang mati (band. Wahyu 1:5).
Memang ada kisah tentang kebangkitan dari kematian dalam Perjanjian Lama (lih. 1 Raj. 17:8-24) dan juga selama pelayanan pribadi Yesus (band. Yoh. 11:17), namun pemaknaan yang sulung dari antara orang mati adalah artian sebagai konsekuensi dari keutamaan Kristus sebagai orang pertama mengalahkan dan berkuasa atas maut dan kematian. Dia bahkan berperan dalam mempengaruhi kebangkitan-Nya (Yohanes 2:19)

Dan tidak seperti yang lain yang dibangkitkan namun akhirnya mengalami kematian lagi, Yesus adalah yang bangkit dan yang selalu hidup yang sekarang memiliki “kunci” atas maut dan kerajaannya (Wahyu 1:18).

Itulah keutamaan Yesus sebagai yang sulung dari orang mati.

Pemahaman ini pun berlaku pada istilah prototokos dalam ayat 15, yaitu sebagai simbol keutamaan Yesus atas segala ciptaan dan pandangan ini juga di dukung oleh sarjana-sarjana teologi yang memahami arti-arti leksikal dalam bahasa Yunani.

 

  • Balz & Schneider

Menurut Balz & Schneider, prototokos dalam Kolose 1:15 adalah penekanan terhadap “superioritas dasarnya,” dan itu sama sekali tidak menunjukkan bahwa Kristus adalah “bagian dari penciptaan dirinya sendiri, tetapi tentang bagaimana posisi Yesus dalam hubungan yang unik dengan Allah.
(Balz, Horst & Schneider, Gerhard (1993), Exegetical Dictionary of the New Testament Vol. 3, p. 190).

 

  • W. Michaelis

Michaelis, dalam Kittel/Friedrich dictionary, mencatat bahwa kata penghubung “karena” diawal ayat 16, memberikan penjelasan yang jelas untuk istilah “anak sulung – prototokos” di ayat 15, yaitu bahwa ” Kristus adalah mediator dari segala sesuatu yang diciptakan”. Dia menegaskan bahwa poin tersebut tidak dalam artian bahwa Kristus adalah makhluk pertama yang diciptakan, melainkan pemahaman yang ditekankan adalah tentang “supremasi Kristus atas seluruh ciptaan”
(Bromiley, G.W. (1985), Theological Dictionary of the New Testament — Abridged, p. 968.).

Jadi pemahaman yang dibuat para pengkritik teisme Kristen bahwa Yesus adalah bagian dari ciptaan, tidak dapat dibenarkan dengan pemahaman Alkitab.Kesalahan utama mereka adalah karena mereka memaknai frasa kata prototokos secara gamblang dan di luar konteks pemahaman penulis.

Dan justru dari konteks pemahaman yang telah kita bahas diatas tidak hanya meruntuhkan pemahaman mereka namun juga malah berbalik menyerang pandangan mereka, karena bahwa sebenarnya makna dari Kolose 1:15 menegaskan Kristus sebagai pencipta dari segala sesuatu diciptakan, seperti juga yang dinyatakan dalam Yohanes 1:3. Oleh Karena itu, kita juga dapat menggunakan ayat ini sebagai aproof keilahian Kristus.

 

Semoga bisa menambah wawasan kita dalam memahami Alkitab dan menjadi berkat buat kita semua.

 

Tuhan Yesus memberkati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s