Perdebatan arti leksikal “ALMAH” dengan admin Answering Christanity (Indonesia)

Posted: Maret 26, 2012 in Arsip debat

Di bawah ini adalah arsip diskusi antara saya dan admin Answering Christanity (Indonesia) yang membahas tentang arti leksikal dari kata “ALMAH” dalam Alkitab.
Diskusi ini berlangsung di page Answering Christanity (Indonesia), sebuah page islam yang juga dimanfaatkan para Apologis muslim untuk mempertanyakan Alkitab dan semua yang berkaitan dengan kekristenan.
Arsip diskusinya cukup panjang, sehingga beberapa post yang sedikit melenceng dari arah pembahasan, tidak saya sertakan disini. Saya juga mengedit beberapa postingan saya untuk menghemat tempat di thread ini.
Namun jika ingin melihat keseluruhan arsip diskusinya, silahkan klik disini :

Diskusi pertama

Diskusi kedua

Berikut arsip diskusinya.
(Note : tulisan berwarna biru adalah postingan admin ACI dan tulisan berwarna merah adalah postingan saya, sedangkan tulisan hitam adalah penekanan)

Diskusi ini berawal ketika admin ACI membuka thread di page tersebut yang mempertanyakan topik tentang Yesaya 17:4 kepada Chef Swedisher.
Chef Swedisher adalah seorang sahabat kristen yang juga adalah member di page tersebut.

Answering Christanity (Indonesia)
Chef Swedisher : Bisa minta tolong tampilkan Yesaya 7:14 berbahasa Indonesia dari Alkitab yg diakui denominasi Chef ?
Pertanyaan selingan, adakah Kristen “antar-denominasi” ?

Di sela-sela diskusi antara admin ACI dan Chef, saya nimbrung dan menanggapi postingan admin yang ditanyakan kepada Chef Swedisher tentang penerjemahan kata ALMAH dalam Alkitab yaitu postingan ini :

Answering Christanity (Indonesia)
Perempuan muda yg melahirkan ? Jika IYA, kenapa Alkitab denominasi Chef membuatnya lebih gamblang menjadi : // perempuan perawan akan mengandung…bla…bla… //

Jekzen RonaLd Kewas:
Maaf ikut nimbrung..
Mungkin Admin ACI disini sangat kurang pengetahuan tentang etimology kata.. Berdasarkan etimology kata, al·māh [עַלְמָה] dalam bhasa Ibrani artinya perempuan muda, gadis perawan. al·māh adalah bentuk feminim dari akar kata elem [עֶלֶם]..

Strongs Hebrew Concordance
Strongs Hebrew Lexicon

Penggunaan kata ini dikhususkan pada seorang gadis muda yang masih perawan..
“There is no instance where it can be proved that ‘almâ designates a young woman who is not a virgin.
The fact of virginity is obvious in Gen 24:43 where ‘almâ is used of one who was being sought as a bride for Isaac.”
(Sumber : R. Laird Harris, et al. Theological Wordbook of the Old Testament, p. 672.)

Namun admin ACI malah menanyakan denominasi gereja saya.. Dan kemudian pamit karena ada urusan pekerjaan sehingga diskusi terhenti.. Beberapa saat kemudian admin ACI meminta pembahasan di pindahkan ke thread yang baru..
Ini postingan inti dari admin ACI di thread tersebut

Answering Christanity (Indonesia)
Saya akan mengambil 5 jenis terjemahan Alkitab yg diakui oleh berbagai denom, yaitu :
* KJV (King James Version)
* RSV (Revised Standard Version)
* NIV (New International Version
* JPS (Jewish Publish Society)
* Septuagint
Karena anda menggunakan Blue Letter Bible, bisa bantu saya ? Selain dari Yesaya (Isaiah / Yeshayahu) 7:14, bisa bantu munculkan, di ayat mana lagi kata ALMAH muncul dalam keseluruhan Alkitab ?
(jika anda terbiasa menggunakan situs ini, seharusnya lebih mudah bagi anda untuk memenuhi request saya, maaf saya masih dalam handheld mode)

Jekzen RonaLd Kewas
Ini pak saya berikan 2 ayat dalam Kejadian 24:43 dan Keluaran 2:8..

Answering Christanity (Indonesia)
Terima kasih sahabatku. Sekarang coba saya gunakan sedikit ingatan saya, sebenarnya ada sekitar 7 ayat (CMIIW) dimana ALMAH bisa ditemukan dlm Alkitab, tapi kita gunakan sample yg anda bawa.
Kejadian 24:43
Ibrani : Almah
KJV : virgin
RSV : young woman
NIV : maiden
JPS : young woman
Septuagint :parthenos
Sedangkan untuk Keluaran 2:8
KJV : maid
RSV : girl
NIV : girl
JPS : girl
Septuagint : ne’anis (artinya wanita muda)
Sebelumnya koreksi jika saya ada kesalahan, saya hanya berdasarkan ingatan dan sedikit bantuan Google dari handheld saya. Pertanyaannya, jika ALMAH memang ekslusif berarti “perawan”, kenapa translator Bible dari RSV, NIV dan JPS menerjemahkan ALMAH sbg “wanita muda” ?
Dan uniknya, kenapa ALMAH dalam Keluaran 2:8 diterjemahkan dalam Septuagint menjadi “wanita muda (ne’anis) ?
(mungkin bisa dilihat jg pada Mazmur 68:26 dan Kidung Agung 1:3 dan 6:8, Septuagint menulis hal yg sama)
Silakan jelaskan sahabatku. Kami dgn senang hati akan belajar dgn anda.

Jekzen RonaLd Kewas
Kita sama2 belajar disini pak.. Tidak ada masalah dari apa yg anda bahas diatas.
Ini pertanyaan anda : jika ALMAH memang ekslusif berarti “perawan”, kenapa translator Bible dari RSV, NIV dan JPS menerjemahkan ALMAH sbg “wanita muda” ?

Secara etimology kata,, kata almah dlam Alkitab merujuk kepada 2 definisi tersebut yaitu wanita muda, dan gadis perawan.. Penggunaan kata ini dlam Alkitab dikhususkan pada seorang gadis muda yang masih perawan..
Ini saya kutipkan lagi komentar dari R. Laird Harris :
“There is no instance where it can be proved that ‘almâ designates a young woman who is not a virgin. The fact of virginity is obvious in Gen 24:43 where ‘almâ is used of one who was being sought as a bride for Isaac.”

Contoh lain juga  dalam kejadian 24:43..
Secara konteksnya wanita muda [almah] yg dimaksud merujuk kepada seorang gadis yang masih perawan.. (bandingkan kejadian 24:16)

Answering Christanity (Indonesia)
Apa benar begitu ?Kalau begitu kenapa kata ALMAH dalam Keluaran 2:8 diterjemahkan menjadi kata Yunani “ne’anis” yg TIDAK memiliki pengkhususan mutlak pada ‘status seksual’ yg diartikan sebagai perawan/ virgin ?
Kenapa tidak menterjemahkannya sebagai “parthenos” yg dalam bahasa Yunani hanya bisa diterjemahkan menjadi “perawan/virgin” dalam bahasa apapun di dunia ? Kejadian 24:16 ? Kita simpan sebentar ya ?
Saya punya yg jauh lebih menarik, tapi sebelumnya silakan tanggapi pertanyaan saya dulu.

Jekzen RonaLd Kewas
Siapa bilang pak..?
Silahkan anda chek dulu etimology kata yang berkaitan dengan virgin dalam dictionary of International Standard Bible Encyclopaedia..

Answering Christanity (Indonesia)
Ah, akhirnya kita menuju link yg sudah saya arahkan. Untuk sementara saya simpan sebentar rujukan kata pertama yg ada dalam link anda, karena saya tidak ingin diskusi kita berjalan tidak linear.
Sekarang, bolehkah saya bertanya sedikit, tahukah anda bahwa kata ALMAH memiliki kecenderungan untuk membahas status umur daripada status seksual ? Dan ada pembagian tahap umur dalam kehidupan sosial Yahudi dimana ALMAH adalah salah satunya ? Tahukah anda ? Jika tahu, boleh saya berikan kehormatan pada anda untuk men-sharing-nya dgn kita semua ?

Jekzen RonaLd Kewas
Begini pak,, saya pikir saya berdiskusi disini untuk membuktikan bhwa kata “almah [הָמְלַע]” dalam Alkitab merujuk ke pengertian seorang wanita muda yang masih perawan.. Jika ada lebih2nya, saya belum bgitu mengetahui hal itu dan saya rasa tidak begitu penting pada pembuktian yang saya buat ini.
Saya telah membuktikan diatas bhwa definisi katanya merujuk kepengertian tersebut. Dan nubuatan tersebut terpenuhi dalam diri Maria ibu Yesus, sama sekali TIDAK BERTENTANGAN dengan definisi katanya [almah] yaitu wanita muda/gadis perawan..
Maria memenuhi nubuatan tersebut karena :
a) Maria masih muda saat mengandung.
b) Maria adalah seorang gadis perawan.
Penggunaan kata almah dalam kejadian 24:43 juga membuktikan bahwa almah merujuk kepada gadis muda yg perawan.. Saya membahas etimologi kata secara perspektif Alkitabiah pak..
Anda ingin menghakimi makna kata dlam Alkitab dngan merujuk kepada pemahaman yg lain tentang etimologis kata almah.. Dan saya pikir, jika pun ada tradisi dlam kehidupan sosial Yahudi dimana kata almah digunakan untuk pembagian tahap umur dan cenderung untuk membahas status umur,, namun itu tidak berarti KHUSUS pak..
Buktinya kata almah dalam kejadian 24:43 secara kontekstual juga merujuk kpda gadis muda yg perawan..
Inilah yg kita bahas pak yaitu pemahaman kata berdasarkan Alkitabiahnya..

Answering Christanity (Indonesia)
Maaf, apa saya sudah Keluar dari koridor pembahasan kata Ibrani ? Malah saya mencoba ‘masuk lebih dalam’ ke pembahasan budaya Yahudi yg tentu akan sangat erat kaitannya dgn pembahasan yg -maaf- hanya sekedar ‘kata’ ?
Jadi, saya ulang pertanyaan saya :
// Sekarang, bolehkah saya bertanya sedikit, tahukah anda bahwa kata ALMAH memiliki kecenderungan untuk membahas status umur daripada status seksual ? Dan ada pembagian tahap umur dalam kehidupan sosial Yahudi dimana ALMAH adalah salah satunya ? Tahukah anda ? Jika tahu, boleh saya berikan kehormatan pada anda untuk men-sharing-nya dgn kita semua ? //
Silakan.
Oh ya, saya bukan type ‘tidak mampu menjawab diartikan sebagai kalah diskusi’.

Jekzen RonaLd Kewas
Makanya pak diatas saya stands dlam pemahaman kata menurut Alkitab..
Ketika anda merujuk ke pembahasan kata dalam budaya Yahudi tentunya itu diluar konteks pembahasan kita..
Oh ya, saya juga bukan datang untk menang atau kalah dalam diskusi karena saya berdiskusi sejauh ini hanya menanggapi argumen anda dithread sebelah secara perspektif Alkitab..

Answering Christanity (Indonesia)
Hmmm. Jika perluasan konteks penggunaan bahasa yg akan kita diskusikan dianggap Keluar dari topik, lalu apakah yg sahabatku inginkan hanya penerimaan mentah-mentah terhadap kata Ibrani yg kita diskusikan ?

Jekzen RonaLd Kewas
Bukan seperti itu pak.. Saya hanya heran,, apakah dngan membahas kata almah dengan mengkaitkan makna kata yg digunakan dlam kehidupan sosial budaya Yahudi lantas harus dijadikan dasar pemahaman dari narasi teks Alkitab..?
Oh ya,, ketika anda membahas dalam konteks kehidupan sosial Yahudi bolehkah saya tau, apakah perspektif Yahudi menolak etimology kata dari almah berkaitan dngan gadis perawan..??
Mungkin juga ada yg berpikiran tentang adanya kecurangan penerjemah2 Alkitab untuk mengaitkan soal nubuatan dlam Yesaya 7:14 dngan kelahiran Yesus.. Tapi seperti biasa pemikiran2 seperti itu muncul akibat pemahaman yg sempit tekstual Alkitab.. Perlu juga anda ketahui pak, ratusan tahun sebelum Kristus,, penerjemah Septuaginta LXX yg notabene adalah orang2 Yahudi yg mengerti bahasa menerjemahkan almah sebagai “parthenos”.
Jika memang ada tradisi dlam kehidupan sosial Yahudi yg mengkhususkan almah dalam membahas status umur daripada status seksual,, apakah lantas menutupi fakta dalam terjemahan septuaginta LXX almah sbgai parthenos ?

Answering Christanity (Indonesia)
// apakah perspektif Yahudi menolak etimology kata dari almah berkaitan dngan gadis perawan..??//
Tahukah anda, ada kata yg lebih berarti “perawan” dibandingkan kata apapun dalam kata Ibrani, yg bila diterjemahkan menjadi bahasa apapun di dunia TIDAK AKAN menghasilkan terjemahan apapun selain PERAWAN ?

// ratusan tahun sebelum Kristus,, penerjemah Septuaginta LXX yg notabene adalah orang2 Yahudi yg mengerti bahasa menerjemahkan almah sebagai “parthenos”. //
Ya, karena mereka Kristiani.

// apakah lantas menutupi fakta dalam terjemahan septuaginta lxx almah sbgai parthenos ? //
Dan apakah anda tahu ? Bahkan menurut Alkitab sendiri, parthenos memiliki kejanggalan untuk diartikan sebagai “perawan”, yg membuktikan bahwa “parthenos” jg lebih mengarah kepada status umur daripada status seksual, dan saya bisa membuktikan itu.Bagaimana ?

Jekzen RonaLd Kewas  :
Jika anda bisa membuktikannya apakah lantas pengertian parthenos yang merujuk kepada perawan adalah SALAH ??
Yang saya lihat disini adalah anda sedang bermain pengertian kata pak dan berusaha mengaburkan pengertian makna yang dibahas..
Oh ya, saya persilahkan anda membuktikan bhwa kata parthenos lebih mengara kepada status umur daripada seksual.

// ratusan tahun sebelum Kristus,, penerjemah Septuaginta LXX yg notabene adalah orang2 Yahudi yg mengerti bahasa menerjemahkan almah sebagai “parthenos”. //
Ya, karena mereka Kristiani.
=====
waduh, anda keliru sekali pak.. Mohon anda pelajari lagi.

Answering Christanity (Indonesia)
Maaf, karena ini sudah office-hour dan saya dari handheld, tidak bisa men-copas-kan materi dari Septuagint, saya berikan ayatnya :

Kejadian 34:1-3 (Subjek : Dina)

Jekzen RonaLd Kewas  :
Terima kasih pak..
Jadi kembali ke pertanyaan saya : Jika anda bisa membuktikannya apakah lantas pengertian parthenos yang merujuk kepada perawan adalah SALAH ??

Saya mengajak anda merujuk kepengertian orang Yunani tentang kata Parthenos..
Ada yang menarik dngan seorang Dewi Yunani yang diberi nama Athena Parthenos.. Juga sebuah kuil yang bernama kuil Parthenon..
Apakah kata parthenos yang merujuk ke pengertian perawan [virgin] adalah salah menurut tata bahasa Yunani..?

Ada pertanyaan saya diatas tentang almah dan parthenos merujuk pada maksud yang sama yaitu jika almah maupun parthenos merujuk juga kepengertian status umur LANTAS pengertiannya yang merujuk ke status sexsualitasnya adalah SALAH…??

Answering Christanity (Indonesia)
Sudahkah anda mengerti bagaimana Kejadian 34:1-3 menjelaskan kepada anda jika “parthenos” tidak MUTLAK diartikan sebagai “virgin” ?

Dan ingat, anda yg mengatakan :
// Apakah kata parthenos yang merujuk ke pengertian perawan [virgin] adalah salah. //
Bukan saya. Karena saya memang menghindarinya.Dan dengan rendah hati serta tanpa keinginan untuk mengetes apapun, izinkan saya mengetahui bagaimana kemampuan “etimologi bahasa” yg pernah anda sampaikan kepada kami sebelumnya, tentang bagaimana etimologi kata anda untuk penggunaan parthenos pada Kejadian 34:1-3 ?
Silakan.Saya berikan hint, saya terbiasa menggunakan www.bible.cc


Jekzen RonaLd Kewas

Perlunya anda ketahui maksud pertanyaan saya ini : Jika anda bisa membuktikannya apakah lantas pengertian parthenos yang merujuk kepada perawan adalah SALAH ??
Saya mengajukan pertanyaan ini adalah karena sejauh ini yg saya lihat bhwa anda bukannya membantah bhwa almah dan parthenos juga memiliki makna sbgai gadis perawan MELAINKAN anda memberikan bukti pengertian yg lain dari kata tersebut..
Bukan begitu pak?
Kita sudah membahas panjang lebar mengenai etimology kata tersebut,, dan saya pikir saatnya kita membahas konklusinya pak..
P1. : Saya memberikan bukti bhwa parthenos merujuk ke status sexual seorang perempuan (kej 24:16 dan 43)

P2. : Anda memberikan bukti bhwa parthenos merujuk ke status umur seorang perempuan. (kej 34:1-3)
P3. : Dalam soal perbendaharaan kata, ada bnyak kata dalam bahasa yunani yg memiliki makna kata lebih dari satu.Conclusi….???P1. : Saya memberikan bukti bhwa almah merujuk ke status sexual seorang perempuan (kej 24:43)
P2. : Anda hendak membuktikan bhwa almah dlam kehidupan sosial yahudi merujuk ke status umur seorang perempuan.
P3. : Dalam soal perbendaharaan kata, ada bnyak kata dalam bahasa Ibrani yg memiliki makna kata lebih dari satu.Conclusi….???

Answering Christanity (Indonesia)
Apa tidak terlalu cepat ? Request saya pada anda untuk menjabarkan PARTHENOS dalam Kejadian 34 pun belum anda tanggapi secara langsung.
Dan jujur, masih ada beberapa argumen yg sengaja saya keluarkan bertahap untuk mendapatkan konklusi yg maksimal.

// Anda memberikan bukti bhwa parthenos merujuk ke status umur seorang perempuan. (kej 34:1-3) //

Bagian ini terlalu cepat anda simpulkan. Dan sangat ‘one-sided’, kecuali anda bersedia menjelaskan pemahaman etimologi kata “parthenos” yg ada pada sample yg kami berikan.
Jadi, silakan mulai menjelaskan.

Jekzen RonaLd Kewas
Maaf pak, saya tidak berputar2 dlam diskusi..Mohon anda tanggapi saya jika berkenan.. Oh ya, mengenai parthenos, anda pun belum membantah ini : Athena Parthenos dan kuil Parthenon
Atau sengaja anda acuhkan?
Diskusi ini jadi seperti kata “rice” dalam bhasa inggris.. Anda memaksakan katanya harus bermakna padi namun faktanya kata tersebut juga bermakna nasi…
Bijaklah sedikit pak dan saya tidak membutuhkan lawan diskusi bermodal ngotot.

Oh ya..Dan sekali lagi pak admin,,Jika anda bisa membuktikannya apakah lantas pengertian almah dan parthenos yang merujuk kepada perawan adalah SALAH ??
Silahkan dijawab pak..
Mengapa anda terlalu takut untuk menjawabnya padahal anda merasa memiliki bukti2 yg valid.. Giliran saya menguji argumentasi anda, namun tampaknya mandek

Answering Christanity (Indonesia)
Anda terlalu ‘prematur’ dalam menarik konklusi. Menyampaikan bukti dalam runutan yg telah dipersiapkan rekan diskusi bukan berputar-putar. Uniknya, sekedar mengingatkan :// Tidak masalah pak..
Kita semua punya pekerjaan dan diskusi tidak dibatasi oleh time frame.. //

Kenapa terburu-buru.
FYI, saya baru sekitar menyampaikan setengah dari materi secara runutan yg sudah saya persiapkan.
Apa itu berputar-putar ? Atau sahabtku terburu-buru menarik kesimpulan karena ingin menghindari sesuatu ? Bukannya kita ‘tidak terbatasi time-frame’ ?

Namun, sebagai salah satu member ruang diskusi, tetap keputusan ada di tangan anda. Kami memutuskan tidak memberikan konklusi apapun sebelum kami bisa menghadirkan semua bukti yg kami punya.
Anda pun terlalu ‘stereotype’ kebanyakan sahabat Kristiani yg menganggap bahwa diskusi comparative-religion adalah ‘bantah-berbantah’. (terkait undangan membantah parthenos) Jauhi sikap seperti itu sahabatku.
Dan sehubungan dengan kata ‘parthenos’ yg menurut anda harus saya bantah, jawabannya justru ada dalam sample yg kami bawakan, dgn jelas dan jawaban yg seterang matahari, yaitu di Kejadian 34:1-3.
Dan bukankah saya sudah memberikan kehormatan kepada anda yg jauh lebih mengerti etimologi kata Hebrew & Greek yg mungkin lebih fasih kepada saya ?
Kenapa tidak mulai membantu kami semua yg masih awam di sini untuk menjelaskan apa sebenarnya substansi dari Kejadian 34:1-3 ?
Kami persilakan yg kesekian kalinya untuk anda menjelaskan.

Note : jika anda tidak tahu atau tidak mampu, biarkan saya mengetahuinya, saya akan membantu anda

Jekzen RonaLd Kewas
Bukan masalah “time frame” pak.. Saya mengajukan permintaan konklusi karena saya pikir kita telah panjang lebar membahas soal terminology kata tersebut..Namun jika anda merasa belum cukup untuk menarik kesimpulan, ya terserah anda..
Seperti yg saya katakan pak, sebuah kata tidak selamanya memiliki makna tunggal [mutlak]..
Demikian pula dngan etimology kata almah dan parthenos…
Mengapa artinya tidak mutlak sbgai perawan padahal digunakan juga untuk seorang perawan..?? Tentu saja karena seorang perawan tidak terbatas pada faktor usia, sedangkan dalam hal ini ke 2 kata tersebut “dikhususkan” untuk seorang gadis muda.
Dalam kejadian 34, kata parthenos untuk Dina digunakan dalam konteks seorang gadis muda [status usia]..
Tidak sulit untuk mencari padanan kata seperti ini dalam bahasa indonesia..
Misalnya kata “dara” dan “gadis”.
ke-2 kata trsebut jika digunakan kepada perempuan merujuk kepada status umur dan sexualitas…
Akan terasa janggal untuk mendengar seorang “gadis tua” atau “dara tua” bukan..?
Namun pengertian kata tersebut merujuk juga ke status sexual [virginity].
Mungkin secara umum faktor usia muda seorang gadis sangat erat kaitannya dngan status sexual keperawanannya sehingga mendorong pengertian kata tersebut merujuk kepada 2 pengertian tersebut [walaupun tidak selamanya seorang gadis muda adalah perawan dan tidak selamanya juga seorang perawan ada dlam status usia muda]..


//Kenapa tidak mulai membantu kami semua yg masih awam di sini untuk menjelaskan apa sebenarnya substansi dari Kejadian 34:1-3 ? Kami persilakan yg kesekian kalinya untuk anda menjelaskan.//

Kita disini sama2 belajar pak, bukan saya jadi guru dan anda muridnya..
Disini saya bukan bermaksud menjelaskan secara “one-side” etimology katanya..
Dari awal saya mengatakan bhwa kata tersebut memiliki definisi perempuan muda, gadis perawan..
Anda menjelaskan definisinya terkait status usia [wanita muda] dan saya menjelaskannya terkait status sexual [gadis perawan]..
Terkait soal parthenos [septuagint] ,, saya pun sedang mempelajarinya pak..

Setelah saya membandingkan dngan beberapa sample ayat,, ternyata penerjemah septuaginta [Yahudi helenis] kebanyakan menerjemahkan dngan kosakata tunggal.. Perbandingan yg sangat jelas dalam konteks yg sama merujuk ke subjek tunggal [Ribka] ada dalam kejadian 24 ini..

* Tanakh :

na’arah [kej 24:14]
bethulah [kej 24:16]
almah [kej 24:43]

* Septuaginta :

parthenos [kej 24:14]
parthenos [kej 24:16]
parthenos [kej 24:43]

Dan saya mengambil kesimpulan bhwa septuaginta bukanlah referensi yg baik untuk membahas hal ini..

Answering Christanity (Indonesia)
Wow, kesimpulan yg diambil sangat cepat.

Untuk mengendalikan situasi ?
Bukankah sebelumnya anda sangat yakin, bahkan ‘mengharuskan’ (CMIIW) untuk membantah Parthenos secara historikal ?Tapi sudahlah.
Terkait dgn penjelasan ini :
// Dalam kejadian 34, kata parthenos untuk Dina digunakan dalam konteks seorang gadis muda [status usia] //

Apa hanya sebatas ini yg bisa anda lihat dalam etimologi kata Parthenos ? Tidak ada yg lain ?
Jekzen RonaLd Kewas
Sebenarnya ketika kita merujuk ke bahasan lexiology ,, jelas bahwa parthenos-παρθενος cenderung merujuk kepengertian status sexual [gadis perawan]..

Namun penerjemah septuaginta rupanya sering menggunakan kosa kata tunggal untuk merujuk ke pengertian gadis muda dari kata parthenos ini..

Kesimpulan diatas saya ambil karena saya pikir saat ini kita sedang membahas lexiology dalam Alkitab.. Jika harus merujuk kepengertian umum Greek,, parthenos memiliki pengertian yg cendrung ke status sexual [virgin]..


Perbandingan lainnya bisa anda temukan dalam new testament..Kata parthenos muncul dalam new testament sbanyak 15x dan 14 kata merujuk ke status sexual [virgin] dan 1 kata yg bersifat figuratif melambangkan kesucian..

Namun kecendrungan tersebut bukan berarti kata tersebut bermakna tunggal..

Sebgai contoh, kata “bethulah” pun yg cendrung merujuk ke status sexual pun tidak selamanya dalam pengertian tersebut.. Bandingkan kata “bethulah” dalam Yehezkiel 9:6 yg tidak mutlak menunjukkan pengertian ke status sexual..

Ini juga yg harus diperhatikan bahwa penempatan kata dari segi pengartian leksikalnya juga tergantung pada konteks…


//Apa hanya sebatas ini yg bisa anda lihat dalam etimologi kata Parthenos ? Tidak ada yg lain ?//

Jika ada yang lain silahkan tambahkan pak.. Ini arti leksikal yg saya ketahui tentang parthenos :

* (1) a virgin
1a) a marriageable maiden 1b) a woman who has never had sexual intercourse with a man
1c) one’s marriageable daughter

* (2) a man who has abstained from all uncleanness and whoredom attendant on idolatry, and so has kept his chastity
2a) one who has never had intercourse with women

Namun admin ACI undur diri untuk sementara waktu dengan alasan keterbatasan perangkat..
Hanya
saja yang saya sesalkan kemudian yaitu admin ACI tanpa pemberitahuan kepada saya kemudian mendokumentasikan topik ini dalam bentuk note di page tersebut yang rupanya mengabaikan poin-poin diskusi yang telah kami bahas.

Silahkan lihat note tersebut disini : Membedah salah satu Messianic Prophecies, Yesaya 7:14 (bagian petama, pembahasan ALMAH)

Saya sempat mengirimkan komentar pada note tersebut.

Jekzen RonaLd Kewas

Satu-satunya yg saya sesalkan disini adalah pihak ACI (sengaja maupun tidak sengaja) meninggalkan thread diskusi terkait topik ini dngan alasan perangkat yg tidak memadai, lalu kemudian muncul (tanpa pemberitahuan) dngan note sepihak yg juga ternyata sepertinya mengaburkan poin2 diskusi yg telah kami ikuti disini :


ini adalah salah satu penyesatan publik terkait lexiIni adalah cology.

Saya akan membahas beberapa bagian dari note diatas (meskipun harus mengulang karena beberapa hal sudah dijelaskan dithread sebeIbrani (Hebrew) adalah tergolong bahasa yg miskin perbendaharaan kata sehingga satu kata memiliki makna lebih dari satu (bahkan lah).. Bahasa hampir tiap kata) atau artinya tidak memiliki makna tunggal.. Terkait pembahasan ini,,saya akan memberikan contoh penggunaan 3 kata Ibrani yg merujuk pada satu subjek (Ribka) dalam Kejadian 24.. na’arah = the girl [kej 24:14] bethulah = a virgin [kej 24:16] almah = young woman [kej 24:43] Artinya dalam bahasa Ibrani, seorang gadis muda yg masih perawan yg belum menikah (mis : Ribka) bisa menggunakan 3 kata tersebut…

Kecendrungan dalam makna BUKANLAH berarti bhwa kata tersebut bermakna tunggal..
 
Sebagai contoh kata “bethulah” TIDAK SELAMANYA diartikan sebagai perawan..

Yehezkiel 9:6 (JPS)

Slay utterly the old man, the young man and the maiden (BETHULAH), and little children and women; but come not near any man upon whom is the mark; and begin at My sanctuary.’ Then they began at the elders that were before the house.

Kata bethulah pun bisa diterjemahkan sebagai “maiden” dan ayat diatas membantah klaim sepihak yang dibuat admin ini..

[[[ Dan entah karena alasan apa, beberapa apologet Kristiani yg (sangat ?) memahami bahasa Semitik justru melupakan sesuatu yg benar-benar penting. Bahwa ada sebuah suku kata dalam bahasa Ibrani yg jika diartikan dalam bahasa apapun di dunia ini tidak akan memiliki pembanding lain selain HANYA BISA diterjemahkan sebagai perawan, yaitu BETULAH ]]

Terkait Yesaya 7:14, terjemahan kata “ALMAH” sebagai gadis perawan atau pun gadis muda sama tidak menyalahi arti leksikalnya.. (band : Kej 14)

Malahan penggunaan kata “ALMAH” sangat cocok untuk menggambarkan seorang gadis muda yang masih perawan… Karena tidak semua perawan (bethulah) adalah seorang gadis yang berusia muda..
Maria menggambarkan sosok “ALMAH” dalam nubuatan Yesaya tersebut yaitu gadis muda dan perawan..

Dan sampai saat ini belum ada tanggapan dari pihak admi ACI untuk melanjutkan diskusi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s