Memahami Yohanes 5:30 (Ayat favorit pengkritik-pengkritik ketuhanan Yesus)

Posted: Maret 20, 2012 in Biblika

Salam sejahtera sobat Kristus..

 

 

Dalam tulisan kali ini kita akan membahas salah satu ayat Alkitab yang menjadi ayat favorit pengkritik-pengkritik Kristen dalam menggugat ketuhanan Yesus..

 

Jika teman-teman pernah berdiskusi dengan pengkritik-pengkritik Kristen tentang ketuhanan Yesus, maka sangat lazim kita temukan ayat dibawah ini mereka gunakan untuk membantah kajian teologis yang kita paparkan..

 

Yohanes 5:30

Aku tidak dapat berbuat apa- apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku

 

 

Ayat diatas sangat sering digunakan para kritikus Kristen untuk menggambarkan bahwa Yesus hanya utusan yang tidak bisa berbuat apa-apa dan tentunya membantah bahwa Yesus adalah Tuhan seperti yang diimani umat Kristen..

 

Namun jika kita memahami lebih dalam tentang perkataan Yesus ini, kita akan memahami bahwa sebenarnya perkataan tersebut adalah bagian dari pengakuan Yesus untuk mendeklarasikan diri-Nya sebagai Anak Allah dalam satu hakikat yang tidak bisa terpisahkan dari Bapa dalam hal segala pekerjaan dan kehendak-Nya..

 

Jika ada pengkritik-pengkritik Kristen yang membutuhkan bukti ketuhanan Yesus sebagai hakikat yang tidak terpisahkan dari Allah, maka saya akan merekomendasikan salah satunya adalah ayat diatas..

 

Pertama, mari kita memahami konteksnya..

 

Narasi yang ditulis dalam Yohanes 5:19-47 adalah merupakan kesaksian Yesus tentang diri-Nya terhadap orang-orang Yahudi didalam Bait Allah di Yerusalem..

 

Untuk mengetahui latar belakang yang menyebabkan Yesus memberikan kesaksian terhadap orang-orang Yahudi, mari kita lihat kisah sebelumnya dalam Yohanes 5:1-18.

 

Yohanes 5:1-18 menuliskan kisah ketika Yesus berada di Yerusalem pada hari Sabat..

Dalam kisah ini ada peristiwa penyembuhan ilahi yaitu dimana Yesus menyembuhkan seorang yang sudah lumpuh tak berdaya selama 38 tahun..

Setelah menyembuhkan orang tersebut Yesus menyuruh orang tersebut berjalan dan membawa tilamnya..

Hal ini di lihat orang Yahudi yang sangat menghormati hari Sabat dan untuk mengangkat tilam pun hal itu dilarang..(Yohanes 5:9-10).

 

Seorang yang disembuhkan Yesus tersebut kemudian menceritakan semuanya kepada orang Yahudi yang tentunya marah ketika ada seseorang yang melanggar hari Sabat yang sangat dihormati Yahudi.

Ketika mereka mengetahui bahwa Yesus telah melanggar hari Sabat, maka mereka pun berusaha menganiyaya Yesus.

 

Pada situasi inilah Yesus kemudian berkata kepada orang-orang Yahudi yang marah tersebut :

 

“Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.”

 

Orang-orang Yahudi yang mendengar perkataan Yesus tersebut makin marah dan bahkan berusaha untuk membunuh-Nya..

 

Ada dua pandangan orang Yahudi yang menyulut kemarahan mereka terhadap Yesus dalam peristiwa ini yang ditulis dalam Yohanes 5:18 yaitu:

 

– Karena Yesus melanggar dan meniadakan hari Sabat..

 

– Karena Yesus menyamakan diri-Nya dengan Allah.

 

 

Oleh karena ketidak percayaan mereka, Yesus pun mendeklarasikan diri-Nya kepada orang-orang Yahudi untuk mengerti bahwa Ia adalah Anak Allah yang tidak terpisahkan dari hakikat Bapa dalam hal pekerjaan/pelayanan, penghakiman-Nya maupun kehendak ilahi yang satu dengan Allah..

 

Yohanes 5:19-47 adalah sebuah narasi yang berisi deklarasi Yesus yang secara tegas untuk membuat orang Yahudi mengerti tentang hakikat-Nya yang tidak bisa terpisahkan dari Bapa..

 

  •  Segala pekerjaan Yesus adalah pekerjaan ilahi yang sama seperti pekerjaan Allah.

 

Yohanes 5:19

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.

 

 

Yohanes 5:21

Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.

 

 

  •  Penghakiman Yesus adalah penghakiman ilahi.

 

Yohanes 5:22-23

Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa.Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.

 

 

Secara tegas Yesus memperkenalkan diri-Nya sebagai Anak Allah yang tidak terpisahkan dari Allah dan melakukan semuanya dengan kehendak Allah bukan kehendak siapa pun juga selain Allah..

 

 

Yohanes 5:30

“Aku tak dapat berbuat apa-apa atas kemauan-Ku sendiri. Aku hanya menghakimi sesuai dengan yang diperintahkan Allah. Dan keputusan-Ku adil, sebab Aku tidak mengikuti kemauan sendiri, melainkan kemauan Bapa yang mengutus Aku.

 

 

Tidak ada tindakan yang terpisah dan tidak ada keberadaan yang terpisah, tetapi sama dalam keberadaan dan dalam tindakan, kesatuan yang paling sempurna antara Yesus dan Bapa.

 

Yesus tidak melakukan yang seturut dengan kehendak siapa pun melainkan melakukan kehendak yang mengutusnya dari mana Ia berasal..

 

Jika kita memahaminya, ternyata ayat yang sering digunakan pengkritik-pengkritik ketuhanan Yesus dalam Yohanes 5:30 diatas adalah bagian dari deklarasi Yesus tentang kesatuan hakikat-Nya yang tidak dapat terpisahkan dari Bapa..

 

Sebagai Anak Allah, Yesus memperkenalkan akan satu kehendak yaitu kehendak Allah..

Sebagai bagian dari satu hakikat dengan Allah, Yesus mengerjakan segalanya atas kehendak Allah bukan atas kehendak atau kemauan siapapun juga..

Sebuah deklarasi dari Yesus yang menyatakan akan kesatuan hakikat yang tidak terpisahkan dengan Allah dalam hal apa pun juga..

 

 

Yang dilakukan oleh pengkritik-pengkritik ketuhanan Yesus adalah mencoba melepaskan konteks ayat tersebut dan memahaminya sesuai kebutuhan dakwah mereka..

 

Oleh karena itu jika kita memahaminya, ayat dalam Yohanes 5:30 bukanlah bantahan atas keilahian Yesus seperti pemahaman pengkritik-pengkritik ketuhanan Yesus, tapi malah sebaliknya, ayat tersebut adalah bagian dari deklarasi Yesus terhadap orang Yahudi untuk memperkenalkan diri-Nya sebagai Anak Allah yang tidak dapat terpisahkan dari hakikat Allah yang hanya memiliki satu kehendak saja yaitu kehendak Allah..

 

 

Semoga membuka wawasan kita semua untuk memahami Alkitab dan Firman Tuhan lebih jauh dan semoga juga menjadi berkat bagi kita semua..

 

 

Tuhan Yesus memberkati..

Komentar
  1. alfa mengatakan:

    ada lagi bukti yang lebih meyakinkan tentang Ketuhanan Yesus Kristus adalah namanya mempunyai kuasa, sebab tidak ada nama yang ada di bawah kolong langit ini selain Yesus Kristus dalam doa diucapkan terbukti mampu menyembuhkan orang sakit, mengusir setan bahkan bisa membangkitkan orang mati, sebab seluruh nabi yang pernah dilahirkan ke muka bumi tidak seorangpun yang dapat diminta pertolongan dengan menyebut nama dari nabi tersebut… padahal kita telah mengetahui bahwa yang berkuasa untuk melakukan segala mujizat hanya Tuhan/Allah..
    jikalau Yesus bukan Tuhan Bagaimana mungkin mujizat-mujizat dapat terjadi bila seseorang berdoa memohon kepada Yesus untuk melakukan apa yang ia doakan kepada Yesus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s